Kamis, 18 April 2013

JIKA HIDUP INI ADALAH SEBIDANG TEMBOK

<img src="tembok.jpg" alt="jika hidup ini adalah sebidang tembok">
Jika anda anggap hidup ini bagai sebidang tembok, agar kokoh bangunlahdengan batu-batu besar nan kuat. Batu-batu besar itu adalah sesuatu yang
berat dipikul, keras di jinjing; sesuatu yang kita perjuangkan atas nama
cinta; yang senantiasa kita perjuangkan; sesuatu yang padanya kita rela
berkorban, berjerih-jerih, bahkan menukarnya dengan segenap jiwa dan raga.
Sesuatu itu bisa berupa keluarga, persahabatan, pekerjaan, atau apa pun yang
begitu berharga sehingga kita harus membangunnya kuat-kuat; serta memolesnya
indah-indah.


Namun demikian, agar bebatuan besar itu saling rekat-merekat kuat, ia harus
ditautkan dengan pasir-pasir kecil. Pasir-pasir lembut yang melindungi
telapak kaki kita dari perihnya peristiwa. Pasir-pasir itu adalah
kegembiraan dalam syukur, senyuman di balik peluh, serta kehangatan hubungan
antar sesama. Jika demikian, maka kita akan dapati sebuah tembok yang
menjadi monumen simbol kehadiran kita di dunia ini. Dan, itu tentu jauh
lebih baik ketimbang hanya sekedar meninggalkan sepasang nisan di batas
kubur.

****************************************************************************
101 Commonsense Rules:
ATURAN 3: JANGAN BERBUAT SESUATU TANPA SEPENGETAHUAN BOS
John R. Brinkerhoff

Para bos tidak suka pada rencana atau tindakan tanpa sepengetahuannya.
Mereka ingin mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dan apa yang terjadi
nanti. Oleh karena itu jangan sekali-kali melakukan sesuatu yang mengejutkan
bos anda. Tentu saja, anda boleh secara mendadak mengadakan pesta tahunan
atau yang seperti itu, tetapi jangan membiarkan dia menerima telepon dari
koleganya yang marah, atau lebih celaka lagi, dari big bos tentang sesuatu
yang belum didengarnya. Jika masalahnya menyangkut anda dan tindakan anda,
anda berada dalam kesulitan besar. Maka, jika terjadi sesuatu, baik atau
buruk, pastikan orang pertama yang anda hubungi adalah bos anda.

Kelihatannya sepele saja, tetapi jangan sampai anda melakukan sesuatu yang
bertentangan dengan bos anda di muka umum. Ini menjadi kejutan yang paling
tidak menyenangkan baginya. Bila anda berubah pikiran, beritahukan kepada
bos anda, meski sebenarnya anda tidak memerlukan persetujuannya. Bos
biasanya akan menyetujui dan mendukung rencana anda setelah anda
memberitahukan tentang perlunya suatu perubahan.

Suatu waktu saya menghadiri konferensi bersama beberapa mitra usaha penting.
Salah satu staf saya tampil sebagai pembicara. Saya tidak memeriksa terlebih
dahulu isi presentasinya, karena saya percaya padanya. Kebijaksanaan ini
saya tempuh bukan hanya untuk menghemat waktu, tetapi menumbuhkan
kepercayaan. Namun kali ini menjadi bencana. Selama ini, saya selalu
memberikan pengarahan pada staf saya untuk menggunakan warna biru untuk
menunjukkan program khusus. Pada setiap konferensi saya secara lantang
mengkampanyekan warna biru. Tetapi, betapa kacaunya perasaan saya saat itu
ketika staf saya di depan konferensi menganjurkan warna merah. Saya tidak
mendengar lagi ceramahnya. Apa yang disampaikan membuat saya tampak bodoh,
karena seakan-akan tidak tahu warna apa yang semestinya digunakan. Betapa
besar marah saya pada staf saya tersebut.

Nasehat saya: bos harus selalu diberi tahu. Jangan sekali-kali membuatnya
terkejut dengan informasi yang berubah. Kalau anda ragu-ragu, bicarakan
dengannya. Dalam suatu organisasi besar, memelihara kesatuan sikap di kantor
adalah hal yang penting. Anda harus ikut memelihara kesatuan itu. Adalah hal
yang baik bila anda selalu memberitahu bos tentang rencana dan tindakan yang
akan diambil. (250601)

(101 Commonsense Rules, John R. Brinkerhoff)

****************************************************************************
Stopper:

Yang membedakan usia muda dan tua adalah kegembiraan saat belajar. Sepanjang
anda senantiasa belajar, anda takkan pernah tua. (Rosalyn S. Yalow)

Anda takkan pernah belajar lebih sedikit, anda hanya bisa belajar lebih
banyak. (R. Buckminster Fuller)

Kebutaan di abad 21 ini bukan mereka yang tak bisa membaca dan menulis,
namun mereka yang tak bisa belajar, mengubah pelajaran dan mengulang
pelajaran. (Alvin Toffler)

****************************************************************************

Tidak ada komentar:

Posting Komentar