Tampilkan postingan dengan label Dunia Otomotive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Otomotive. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

Gara-gara Didandani Begini, Nissan GT-R Bikin Pengguna Jalan 'Was-was'

Swedia merupakan salah satu negara Eropa yang memiliki industri roda empat terkemuka. Tercatat, pabrikan otomotif kenamaan dunia seperti Volvo, Scania, atau bahkan pabrikan hypercar Koenigsegg bermarkas di salah satu negara Skandinavia tersebut.



Walau demikian, bukan berarti kendaraan dari benua Asia kehilangan pamor di negara dingin tersebut. Untuk urusan modifikas contohnyai, sebuah rumah modifikasi bernama Bilcity Superbike justru memilih Nissan GT-R buatan Jepang yang mereka jadikan media berkreasi.

Namun, modifikasi yang dilakukan tersebut hanya mengambil bagian eksterior dari Nissan GT-R. Uniknya, seluruh bagian bodi dari mobil sport berjuluk Godzilla ini dibalut dengan corak yang digunakan pada mobil patroli kepolisian Swedia. Demikian dilansir dari Autoevolution.

Nampaknya, modifikator ini ingin jika hasil karyanya tetap sesuai aturan. Hal ini terlihat dengan tidak adanya lampu strobo pada atap mobil yang biasanya disematkan pada mobil patroli polisi. Interior pun tetap dibiarkan standar tanpa adanya aksesoris khas kepolisian seperti radio panggil.

Alih-alih menggunakan aksesoris asli ala mobil polisi, Bilcity Superbike malah membuat tampilan Nissan GT-R ini makin garang dengan adanya spoiler belakang berukuran besar layaknya mobil yang digunakan pada ajang balap drag.

Alhasil, begitu miripnya mobil ini dengan mobil patroli, para pengguna jalan di Kota Gothenburg, Swedia, pun dikatakan sempat terkecoh. 

Bukan tak mungkin hadirnya sportcar ala polisi tersebut membuat para pengendara jadi 'was-was' kala berpapasan. Di sisi lain, turut terbesit pikiran dari para pengguna jalan jika sportcar matahari terbit tersebut kini menjadi armada kepolisian mereka. (Ysp/Des)

Selasa, 24 Februari 2015

Pria ini Bayar Mobil Sengeketa dengan Duit Receh Rp 178 Juta Bau Busuk

Pria asal Singapura, Lester Ong Boon Lin, melakukan cara unik untuk membayar sebuah mobil yang disengketakan di pengadilan. Dia membayar dealer Exotic Motor sebesar SGD 19.000 atau sekitar Rp 178 juta dengan uang koin berbau ikan busuk.



Dikutip Dream dari laman Straits Times, aksi itu dilakukan karena Ong merasa kesal. Dia merasa tak puas atas putusan hakim yang memerintahkannya membayar Exotic Motor atas sengketa sebuah mobil.

Hakim memerintahkan Ong membayar SGD 11 ribu atau Rp 103 juta karena telah dibantu membayar pajak dan asuransi atas mobil Aston Martin. Ong juga diwajibkan membayar SGD 8 ribu atau sekitar Rp 75 juta atas biaya pengacara.

Ong pun mematuhi perintah hakim itu. Namun hatinya tetap saja dongkol. Sehingga dia membayar kewajiban itu dengan menggunakan uang koin yang berbau ikan busuk. Inilah cara Ong memprotes putusan pengadilan.

Uang itu diserahkan oleh anak buah Ong. Setelah pegawai Exotic Motor menandatangani tanda terima, seorang anak buah Ong mendorong troli yang di atasnya terdapat kotak styrofoam penuh dengan uang koin. Beratnya diperkirakan 350 kilogram.

Uang itu dengan segera dilemparkan ke lantai sehingga berceceran. Sementara anak buah Ong langsung berlalu meninggalkan uang koin yang berserakan.

Pemilik Exotic Motor, Sylvester Tang, mengatakan dealernya menjadi bau busuk gara-gara uang koin Ong yang dikirim pada Selasa sore yang lalu itu. Sehingga banyak pelanggan yang enggan datang ke dealer.

Koin-koin itu kemudian dimasukkan ke kantong-kantong plastik dan ditaruh di bagasi mobil. Tang mengatakan, uang itu akan dikembalikan kepada pengacara Ong –yang merupakan putra pemilik jaringan waralaba nasi lemak terkenal di Singapura itu.

Ong mengatakan aksi pembayaran dengan uang koin itu tidak menyalahi aturan. Namun berdasarkan Undang-undang Mata Uang Singapura, pecahan kurang dari 50 sen tak bisa digunakan untuk pembayaran melebihi SGD 2. Dan Tang mengatakan uang yang dilempar ke lantai dealernya kebanyakan pecahan 20 sen.

Tahun lalu, Ong juga diperintahkan pengadilan untuk membayar Marina Bay Sands lebih dari SGD 24 ribu atau sekitar Rp 225 juta dalam kasus di kasino. (Ism)




Senin, 23 Februari 2015

Keren....Pria Lulusan SD ini BISA BIKIN mobil Lamborghini


Pendidikan ternyata tak menyurutkan seseorang untuk berkreatif dan melakukan sesuatu yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh yang berpendidikan tinggi atau ahli. Begitu juga halnya dengan pria bernama Chen Jinmio asal China. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar, tetapi pengemudi lori ini mampu merakit sebuah mobil mewah Lamborghini.

Chen mungkin sadar, kalau harus membeli Lamborghini pasti tidak akan mampu. Tetapi dia punya keyakinan bisa memiliki mobil impian tersebut. Dia kemudian membuat sendiri mobil super Lamborghini di sela-sela waktu senggangnya. Dana yang dihabiskannya tidak lebih dari 2,000 Poundsterling saja.

Chen membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk merakit replika mobil sport kenamaan tersebut. Demikian lansir Red Net seperti dikutip dari Orange.co.uk, beberapa waktu lalu.

Mungkin kita semua bertanya-tanya bagaimana caranya pria berusia 25 tahun itu merakit mobil super tersebut. “Saya menggunduh ‘blueprint’ dari internet dan kemudian membeli material yang dibutuhkan dari pasar setempat,” ujarnya.

“Mobil rakitanku ini benar-benar bekerja sempurna dan bahkan memiliki wing doors ala Lamborghini sungguhan. Bedanya terletak di kecepatan mobil. Bila mobil Lamborghini orisinal dapat menempuh hingga kecepatan mencapai lebih dari 200 mil/jam, mobil rakitan ini cuma mampu mencapai seperempatnya saja,” jelasnya.

Mulanya Chen tak mendapat dukungan dari keluarga dan sahabat-sahabatnya. Mereka bahkan mencegah pria yang tinggal di Binzhou, Propinsi Hunan ini, untuk merakit mobil impiannya. Mereka beranggapan hanya membuang waktu dan uang saja. “Tapi mereka tak dapat menghalangi saya, soalnya saya merakit semua itu dengan uang tabungan saya,” imbuhnya.

Kini ia menanti keputusan otoritas Lalu Lintas apakah ia diperbolehkan untuk mengendarai mobil tersebut di jalan umum. “Tidak apa-apa bila mereka tak memberikan ijin. Saya masih dapat mengkoleksi mobil itu di rumah,” tutupnya.