Tampilkan postingan dengan label Dunia Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Hukum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2015

POLISI TIDAK BERHAK MENILANG PAJAK MOTOR / MOBIL YANG MATI !



Hal ini dibenarkan oleh Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, “Masalah pajak bukan urusan polisi, tapi Dispenda. Kalau masalah pajak polisi tdk berhak Menilang, Bahkan, seandainya pembayar pajak yang telat ini pas kena razia di jalanan umum, polisi tetap tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau semua surat lengkap dan gak ada masalah, ya' gak bisa ditilang” ucapnya.

Jika si polisi tetap mengambil tindakan menilang, Djoko menyarankan agar si pengendara mengajukan komplain secara resmi. Pengendara bisa mencatat NAMA POLISI yang tertera di seragam dan melaporkan kepada yang berwenang.

Kalau polisinya pakai rompi,suruh buka rompinya,dan jangan lupa DICATAT NAMANYA. Kalo tetep ngotot, tanyakan pada polisi tsb Peraturannya, pasal berapa ? Minta menunjukkan, kalau tidak bisa menjawab jangan mau ditilang !

Soalnya telat bayar pajak itu sudah ada sanksi tersendiri yaitu DENDA.. dan itu urusan dinas pendapatan daerah (dispenda).

Share jika menurut anda Info ini bermanfaat, Agar masyarakat tidak dibodohi.

Salam Indonesia pintar dan lawan pembodohan !!

Rabu, 25 Februari 2015

Ternyata Diam-diam Australia Sudah Tenggelamkan 1.200 Kapal Indonesia

Pada masa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat ini, banyak kapal nelayan asing pelaku illegal fishing yang ditenggelamkan di wilayah laut Indonesia. Beberapa kapal dari negara Thailand, Vietnam hingga Papua Nugini sudah ditenggelamkan Susi dengan berkoordinasi dengan TNI AL dan Kepolisian. (Sumber)



Tetapi siapa sangka ternyata aktivitas penenggelaman kapal juga aktif dilakukan Australia. Setidaknya selama 10 tahun terakhir, negara Kangguru itu telah menenggelamkan 1.200 kapal nelayan Indonesia.

"Selama 10 tahun terakhir Australia menenggelamkan 1.200 kapal nelayan asal Indonesia. Itu data Dubes kita di sana," ungkap Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad saat ditemui di Gedung Mina Bahari I, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (26/02/2015).

Saad belum bisa memberikan data detil kapan dan bagaimana nasib Anak Buah Kapal (ABK) kapal yang telah ditenggelamkan. Namun menurut Saad, mayoritas kapal nelayan yang ditenggelamkan justru bukan melakukan illegal fishing tetapi berupaya menyelundupkan warga negara pencari suaka.

"Sebetulnya bukan hanya illegal fishing, tetapi ada pelintas batas, contohnya orang Asia Tengah minta suaka," imbuhnya.

Menurut Saad masalah ini terbilang baru dan jarang diekspose oleh media. Saad menilai 1.200 kapal nelayan yang telah ditenggelamkan Australia jumlahnya cukup besar.

"adi ada 1.200 atau rata-rata 120 per tahun jadi besar. Tetapi kita tidak terlalu ekspose itu," tukasnya.

(wij/ang)

Ini nih Kapal yang Ingin Ditangkap Menteri Susi

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti geram dengan ulah kapal Fu Yuan Yu 80 yang masih berkeliaran di perairan Indonesia meski izinnya telah habis. Alhasil, Susi meminta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan jajarannya dapan menangkap kapal tersebut. (Sumber)



"Fu Yuan Yu 80, itu kapal ternyata sudah dicabut izinnya sejak 2013. Ternyata masih berlayar di Utara Jakarta, saya berharap KSAL dan PSDKP AL bisa menangkap mereka hari ini," ujar Susi usai menghadiri sertijab pangarmabar di lapangan Komando Armada RI Kawasan Barat, di jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, kemarin, Rabu (25/2/2015).

Susi sedikit menjelaskan soal identitas kapal tersebut yang ternyata milik PT Antarticha dimana merupakan satu grup dengan Kapal MV Hai Va yang sebelumnya sudah ditangkap.

"Kalau tidak salah dari Antarticha, satu grup dengan Hai Va," terangnya.

Susi melihat kapal Fu Yuan Yu 80 di radar, Selasa (24/2/2015) di ruang kerjanya. Lalu bagaimana detil identitas kapal Fu Yuan Yu?

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kapal ini dimiliki oleh PT Antarticha Segara Lines. Kapal ini memiliki bobot mati 2.946 GT dan berjenis kapal pengangkut (tramper). Menurut penjelasan data tersebut kapal ini dibuat di Jepang dengan pelabuhan pangkalan ada di Wanam, Kabupaten Merauke.

Fu Yuan Yu terakhir memang terlihat di Laut Cirebon, Jawa Barat dengan titik koordinat 045,0125 108,9365 atau berjarak 30 mil dari Jakarta.

Data KKP lain menyebutkan PT Antarticha Segara Lines perusahaan pemilik kapal Fu Yuan Yu tidak hanya memiliki 2 kapal besar yaitu MV. Hai Va dengan bobot 4.306 GT dan Fu Yuan Yu dengan bobot 2.946 GT. Perusahaan ini juga memiliki 2 kapal pengangkut besar lain yang juga super besar yaitu Danfeng Mariner dengan bobot mati 3.170 GT dan Global Mariner dengan bobot 6.545 GT. Seluruh operasional kapal milik PT Antarticha Segara Lines beroperasi di wilayah Wanam, Kabupaten Merauke.
(wij/ang)

Gara-gara Didandani Begini, Nissan GT-R Bikin Pengguna Jalan 'Was-was'

Swedia merupakan salah satu negara Eropa yang memiliki industri roda empat terkemuka. Tercatat, pabrikan otomotif kenamaan dunia seperti Volvo, Scania, atau bahkan pabrikan hypercar Koenigsegg bermarkas di salah satu negara Skandinavia tersebut.



Walau demikian, bukan berarti kendaraan dari benua Asia kehilangan pamor di negara dingin tersebut. Untuk urusan modifikas contohnyai, sebuah rumah modifikasi bernama Bilcity Superbike justru memilih Nissan GT-R buatan Jepang yang mereka jadikan media berkreasi.

Namun, modifikasi yang dilakukan tersebut hanya mengambil bagian eksterior dari Nissan GT-R. Uniknya, seluruh bagian bodi dari mobil sport berjuluk Godzilla ini dibalut dengan corak yang digunakan pada mobil patroli kepolisian Swedia. Demikian dilansir dari Autoevolution.

Nampaknya, modifikator ini ingin jika hasil karyanya tetap sesuai aturan. Hal ini terlihat dengan tidak adanya lampu strobo pada atap mobil yang biasanya disematkan pada mobil patroli polisi. Interior pun tetap dibiarkan standar tanpa adanya aksesoris khas kepolisian seperti radio panggil.

Alih-alih menggunakan aksesoris asli ala mobil polisi, Bilcity Superbike malah membuat tampilan Nissan GT-R ini makin garang dengan adanya spoiler belakang berukuran besar layaknya mobil yang digunakan pada ajang balap drag.

Alhasil, begitu miripnya mobil ini dengan mobil patroli, para pengguna jalan di Kota Gothenburg, Swedia, pun dikatakan sempat terkecoh. 

Bukan tak mungkin hadirnya sportcar ala polisi tersebut membuat para pengendara jadi 'was-was' kala berpapasan. Di sisi lain, turut terbesit pikiran dari para pengguna jalan jika sportcar matahari terbit tersebut kini menjadi armada kepolisian mereka. (Ysp/Des)

Selasa, 24 Februari 2015

Lumpia Semarang Diklaim oleh Malaysia...??

Malaysia mengklaim kudapan Lumpia Semarang sebagai makanan tradisionalnya. Aksi klaim kesekian kalinya ini menuai protes masyarakat Indonesia, termasuk generasi ketiga pembuat Lumpia Semarang, Cik Me Me. (Sumber)



Lumpia Semarang Cik Me Me ini sebetulnya sudah dipatenkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya nasional tak benda. Dengan pertimbangan itu pula Malaysia didesak untuk tidak seenaknya mengklaim makanan tersebut sebagai penganan tradisionalnya.

Protes disampaikan melalui aksi damai yang digelar di depan Kedutaan Besar Malaysia. Bahkan pemrotes mendesak pemerintah segera mendaftarkan Lumpia Semarang ke UNESCO agar diakui sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

Mendapat protes, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Malaysia, Datuk Sri Mohamed Nazri Aziz langsung pasang badan. Pejabat Negeri Jiran ini justru balik mempertanyakan status asal bahasa Indonesia.

"Jika mereka mulai menuntut ini, lalu bagaimana dengan Bahasa Indonesia?" ujar Aziz.

Aziz meminta masyarakat memahami Malaysia dan Indonesia merupakan negara satu rumpun. "Kita semua adalah satu di Nusantara," ungkapnya.

Pernyataan serupa juga dilontarkan oleh koki terkenal Malaysia, Datuk Redzuawan Ismail. Pria yang kerap disapa dengan Chef Wan ini bahkan menyebut protes itu sebagai tindakan memalukan.

Dia mengatakan kudapan Lumpia, atau dikenal di Malaysia dengan sebutan Popiah tidak hanya berasal dari Indonesia. Beberapa negara pun memiliki kudapan serupa dengan nama yang berbeda-beda.

"Di Thailand atau Vietnam, mereka juga punya kudapan telur gulung, tapi mereka tidak pernah protes seperti orang Indonesia," katanya.

(Sumber: therakyatpost.com)

di Paris Naik Mobil "JADUL" Bisa Dihukum

Pemerintah Paris baru-baru ini mengeluarkan kebijakan untuk melarang semua kendaraan klasik memasuki pusat kota. Peraturan tersebut akan berlaku efektif pada Juli tahun ini. (Sumber)



Melansir classicandsportscar.com pada Senin (23/2/2015), peraturan ini rencananya akan diberlakukan pada semua bus dan truk yang didaftarkan pada dinas perhubungan sebelum 30 September 2001.

Selain itu, peraturan baru ini juga akan menyasar kendaraan pribadi. Seluruh mobil pribadi yang terdaftar sebelum tanggal 31 Desember 1996 akan dilarang memasuki pusat kota pada pukul 8 pagi hingga 8 malam.

Bahkan, dikabarkan target pelarangan ini juga akan menyasar semua kendaraan bermesin diesel yang terdaftar sebelum tahun 2011 dan sepeda motor yang diproduksi sebelum tahun 2015 dalam waktu 5 tahun ke depan.

Sebelumnya, kebijakan serupa juga telah dilakukan oleh pemerintah Paris dengan menerapkan kebijakan plat ganjil-genap seperti yang pernah coba diterapkan di Jakarta.

Seperti di banyak negara, pelarangan mobil ini berkaitan erat dengan usaha mengurangi emisi karbon dan peningkatan kualitas udara di Paris. Dengan pembatasan-pembatasan ini, kualitas udara diharapkan akan kembali normal.

Diketahui, Paris merupakan salah satu kota Eropa yang mendapat tekanan cukup kuat dari Uni Eropa untuk segera mengurangi emisi karbon yang berasal dari kendaraan bermotor.

(Rio/Gst)

Senin, 23 Februari 2015

Indonesia Tak Mengakui Sepeda Motor....??

Anggapan sepeda motor sebagai masyarakat kelas dua di jalan raya mungkin ada benarnya. Buktinya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui sampai kini tak ada kebijakan yang mengakui sepeda motor. (Sumber)



"Hingga saat ini belum ada kebijakan tentang sepeda motor," kata Direktur Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, I Gde Pasek Suardika seperti dikutip Dream dari laman dephub.go.id, Senin, 23 Februari 2015.

Menurut Gde Pasek, Kemenhub bersama sejumlah pihak terkait memang telah beberapa kali membahas kebijakan nasional sepeda motor. Dalam pembahasan tersebut muncul ide – ide seperti pembatasan wilayah, kecepatan dan penyediaan lajur khusus untuk sepeda motor.

Namun ide–ide tersebut sayangnya belum menjadi kesepakatan bersama untuk menjadi kebijakan nasional bagi sepeda motor.

“Sesuai PP 32 tahun 2011, maka pelarangan sepeda motor di Jalan Thamrin dan Jalan Merdeka Barat Jakarta oleh Pemerintah DKI Jakarta itu legal. Ada payung hukumnya. Itu hanya ada di Jakarta, di daerah lain belum ada,” kata Gde Pasek.

Menurut Gde Pasek, berbagai kasus kecelakaan lalu lintas di jalan raya justru banyak melibatkan sepeda motor. Sebesar 70 persen kecelakaan melibatkan sepeda motor, baik sebagai penyebab maupun sebagai korban.

Padahal jika kebijakan sepeda motor dibuat, ia optimis masalah tersebut bisa ditangani dan kecelakaan lalu lintas akan turun.

“Pengendara sepada motor yang menjadi korban sangat besar," kata Gde Pasek.

Ia mengungkakpkan, dalam pertemuan di Bangkok Thailand disimpulkan bahwa di negara–negara berkembang, sepeda motor merupakan pilihan sarana transportasi yang tidak bisa dihindari.

“Di negara-negara berkembang yang angkutan umumnya belum memadai dan daya masyarakat belum tinggi, maka keberadaan sepeda motor sebagai pilihan yang tidak bisa dihindari, sepeda motor sebagai pilihan transportasi yang terpaksa digunakan,” papar Gde Pasek.

Minggu, 22 Februari 2015

Pria ini Ditangkap Polisi gara-gara Potongan Rambut

Seorang pria menghadapi tuntutan pidana setelah marah besar dan melakukan tindakan kekerasan karena hal sepele. Potongan rambut barunya. (Sumber)



Alan Becker (47), warga Connecticut, Amerika Serikat, kesal uangnya ludes. Dia menjadi sangat marah ketika ditagih biaya cukur rambutnya sebesar 50 dolar AS atau sekitar Rp500 ribu. Ditambah lagi gaya rambutnya jelek

"Dia hanya sangat marah tentang potongan rambutnya," kata petugas kepolisian setempat Sersan Kelly Connelly, dilansir dari Mirror.co.uk, Sabtu (21/2/2015).

Alan pun menendangi dinding salon di Connecticut tersebut. Dia juga melakukan perlakuan yang kasar terhadap pelanggan. Selain itu, dia juga melemparkan lilin pajangan dan sejumlah barang lain kepada tukang cukurnya sebelum meninggalkan salon.

Tidak hanya itu, Alan kemudian kembali ke salon dan menuntut penata rambut yang ada untuk "memperbaiki" penampilan barunya tersebut. Namun, pihak salon menolak.

Alan kemudian ditangkap di rumahnya atas tuduhan pelanggaran keamanan dan kriminalitas.

Kamis, 19 Februari 2015

3 Tahun Gak Ada yang Mengakui, Sedan Mercy Ini Digaruk ke Penampungan

Sebuah sedan Mercedes Benz C Class diketahui telah ditinggalkan dalam kondisi pintu sebelah kiri tidak terkunci di pelataran parkir Broadway Plaza, Birmingham, Inggris. Tak tanggung, sedan entry-level asal Jerman ini kabarnya telah ditinggalkan sang pemilik hingga tiga tahun. (Sumber)



Selama ditinggalkan, Mercy C Class ini juga telah menunggak parkir hingga mencapai 14 ribu Pound Sterling. Tingginya ongkos parkir tersebut tidaklah mengherankan, sebab biaya parkir di pusat bisnis di jantung kota Birmingham ini sebesar 13 Pound Sterling per harinya, demikian dilansir dari Dailymail, Jumat (20/2/2015).

Para pengguna parkir di Brodway Plaza ini banyak yang bertanya-tanya sebab mobil ini begitu lama di tinggalkan. Ada yang berpendapat jika dalam bagasi C-Class ini berisi mayat, namun ada juga yang menganggap jika sedan ini berhantu.

Tak ingin berspekulasi, pengelola parkir pun segera melibatkan pihak kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut. Namun demikian, pihak kepolisian setempat tidak menemukan catatan kasus pencurian atau kehilangan dari sedan berkelir hitam itu.

Namun, pengelola parkir yang mengetahui informasi mengenai data kepemilikan Mercy C Class itu justru dibuat makin pusing. Sebab, sang pemilik tidak dapat dihubungi.

Karena dianggap sudah dicampakkan oleh pemiliknya, pengelola parkir pun kemudian meminta kepada otoritas berwenang untuk melakukan pemutihan data dari Mercy ini. Setelah data mobil ini diputihkan, pengelola parkir memanggil mobil derek untuk membawa pergi Mercedes Benz C Class tersebut ke tempat penampungan.

(Ysp/Gst)

Rabu, 18 Februari 2015

Gokil....Jambret ini Gak Tahu Kalau Korban yang Dijambret Istrinya Sendiri

Gara-gara beristri dua, Jaelani (42), warga Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menjambret wanita yang tak lain istrinya sendiri. Jaelani mengaku tidak tahu jika korbannya adalah istri keduanya yang bernama A'yunina. (Sumber)



Aksi penjambretan oleh Jaelani yang bekerja sebagai makelar sapi berlangsung di jalan raya pantura di Desa Karangperanti, Kecamatan Pajarakan, Rabu (18/2/2015). Saat itu, korban melintas di jalan Desa Karangperanti. Pelaku menghentikan korban, lalu menjambret istrinya itu. Tas itu berisi handphone dan uang. Dari peristiwa itu, korban langsung melaporkan ke Polsek Pajarakan.

Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan bukti dan para saksi, akhirnya pelaku ditangkap petugas di pasar hewan Kecamatan Maron.

"Awalnya, pelaku mengelak menjambret tas istrinya itu. Namun, dengan bukti yang kuat, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku mengaku tidak tahu jika yang dijambret ternyata istrinya. Pelaku mengaku lagi butuh uang," kata Kanit Reskrim Polsek Pajarakan Ipda Slamet AL, Kamis (19/2/2015).

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.