Rabu, 25 Februari 2015

Warga Desa ini Takut Tidur Pakai Kasur...??

Saat memasuki kawasan dukuh Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (25/2/2015) sore, tribunjogja.com disambut oleh anak-anak kecil yang berangkat mengaji dan warga kampung yang duduk-duduk di depan rumah. (Sumber)



Sekilas tidak ada yang berbeda antara dukuh Kasuran dengan dukuh lain yang menawarkan keramahan bagi para tamu.

Namun kalau menelisik lebih dalam, ada keistimewaan kampung yang terletak sekitar 5 km di barat Sleman ini. Ternyata, sebagian besar masyarakatnya enggan menggunakan kasur sebagai alas tidurnya. Bahkan ada keyakinan di antara para warga kalau menggunakan kasur akan mendatangkan hal yang buruk.

Keengganan mayoritas masyarakat tak mau menggunakan kasursebagai alas tidur dan lebih nemilih dipan ataupun lantai ternyata sudah berlangsung sejak sekitar 600 tahun silam.

Kepala Dukuh Kasuran Wartilah (53) yang juga hanya menggunakan dipan tanpa kasur sebagai alas tidurnya menuturkan, awal mula ada aturan tak tertulis dilakukan warganya.

"Dulu di sini bernama dusun Jaron, waktu itu sekitar 600 tahun silam Kanjeng Sunan Kalijaga dalam perjalanannya istirahat di sini tepatnya di rumah seorang warga bernama bapak Djali," ujarnya mengawali cerita.

Satu dari sembilan Wali Songo tersebut kemudian minta disediakankasur dan guling dari kapuk kepada tuan rumah. Waktu itu di Jaron juga ada penganut agama lain yang bernama Sonco Ndalu yang tidak suka dengan keberadaan Sunan Kalijaga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar