Rabu, 25 Februari 2015

[WOW] Uang Rp 77 Triliun di Kawasan Ini Tak Diakui Pemiliknya

Pemerintah California mengumumkan pihaknya menyimpan uang senilai US$ 6 miliar atau Rp 77,1 triliun (kurs: Rp 12.860/US$) yang hingga saat ini tidak diklaim oleh pemiliknya. Pemerintah California menjelaskan, jutaan orang kehilangan uang yang dilupakan begitu saja. (Sumber)



Setelah dikumpulkan, seperti dikutip dari CBS Local, Kamis (26/2/2015), harta senilai puluhan triliun rupiah itu terdiri dari uang dan properti yang tidak diklaim pemiliknya. Masyarakat sebenarnya dapat melihat jika sebagian dari total harta tersebut merupakan miliknya.

Melalui situs resmi pemerintah California, masyarakat dapat mengklik `search for unclaimed property`, menulis nama dan kota asal. Di sana masyarakat dapat melihat apakah dirinya memiliki uang yang tak terklaim.

"Ini seperti menemukan uang di saku Anda setelah lupa ikut mencucinya, dan Anda menariknya keluar. Semacam jumlah uang yang sudah tak diharapkan lagi," ungkap warga Altadena, California, Katie Valdes.

Joanna, merupakan salah satu warga California yang mencoba. Dia ternyata memiliki uang kembalian senilai US$ 4 dari Sears. Joanna bahkan tak ingat mengapa dia bisa mendapatkan US$ 4 tersebut.

Janelle dari La Crescenta juga mencobanya. Dia menemuka bahwa dirinya memiliki uang US$ 77 yang tak diklaim. Uang tersebut ternyata deposito dari Southern California Edison yang Janelle bahwa tidak mengetahuinya.

Ada juga deposito atas nama suaminya. Dalam pencarian lain, ada juga orang yang ternyata memiliki uang US$ 300 hingga US$ 500 untuk jumlah yang tak diketahuinya.

Carolyn, yang menemukan dia memiliki uang ratusan dolar berkata bahwa bank telah menonaktifkan rekeningnya tahun lalu.

"Saya pikir mereka akan mengirim saya cek, dan mereka tidak pernah melakukannya, jadi saya melupakannya, Dan ternyata saya masih memiliki uang sekitar US$ 850," kata Carolyn.

Ada lebih dari 17 juta rekening properti yang tidak diklaim di California, menurut pihak Controller. Ini termasuk rekening bank yang sudah tidak diaktifkan, pembayaran bisnis berlebihan, polis asuransi yang dihentikan, saham, surat berharga dan deposito utilitas.

Beberapa harta lain seperti perhiasan dan benda pusaka juga menjadi barang yang banyak tak diklaim pemiliknya. (Sis/Ndw)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar