Kamis, 20 November 2014

BER-EMPATI LAH PADA TRUCK DI JALAN


Kali ini tulisan saya terinspirasi “pisuhan teman saya” dan pengalaman saya dulu pernah sebagai kernet truk tronton. Dalam perjalanan tersebut saya banyak belajar tentang truk. Entah mengapa kok banyak ya yang gak suka dengan kehadiran kendaraan besar ini. Dibilang pembawa kemacetan lah, jalannya pelan lah, menghalangi jalan lah, sukanya berada di jalur kanan lah, entah apa lagi sumpah serapah pemakai jalan lain.
Pingin menangis saya kalau mendengar teman saya menyumpahi kendaraan - kendaraan tersebut. Bukan apa - apa, cobalah ditelaah leb ih jauh betapa sulitnya kehidupan mereka ini (sopir-sopir truk). 

Spoilerfor Fakta Tentang Kehidupan Sopir Truk Di Indonesia:

1. Mobil mereka panas, dibawah pantat mereka ada mesin dan tidak ada AC gan.

2. Berbeda dengan hidup karyawan atau pengusaha yang teratur, mereka jarang pulang ke rumah. Buat mereka lebih baik tidak ketemu anak daripada tidak bisa memberi makan anak.

3. Mereka sering di jalur kanan, karena kendaraan besar sulit bermanuver ketimbang kendaraan kecil. Dan di lajur kiri itu sering ada mobil angkutan yang menurunkan penumpang, belum lagi sepeda motor.

4. Bukannya tidak mau mengalah, tetapi untuk bermanuver sangat sulit. Sering sekali kita tidak mau mengalah kepada kendaraan besar yang ingin berbelok, padahal belok itu suuusaaaah lho. Coba deh sekali - sekali naik truk.

5. Banyak pungli. Yah kalo ini mah semua orang juga tau dah, dari mulai yang berseragam sampai preman jalanan.

6. Hidup mereka tidak teratur, mereka kudu tidur dan menunggu antrian berjam-jam lamanya. Baik itu antrian muat maupun untuk bongkar di tujuan. Kesabaran mereka melebihi uang yang mereka dapatkan.

7. Mengapa mereka berjalan pelan di tol? Bukan karena powernya kurang, tetapi ban mereka tidak tahan terhadap panas. Ban mereka bukan ban super canggih, ban mereka kadang kala hanya vulkanisiran. Makanya banyak kasus ban pecah di tol.

Maka dari itu saya mengajak semua untuk memberikan sedikit empati kepada mereka. Mereka juga manusia biasa yang punya emosi, punya keluarga yang harus dinafkahi, dan ingin dihargai juga sesama pemakai jalan. Pernahkah terpikir bahwa barang yang mereka bawa adalah untuk kita juga, contoh :
 1. Aqua galon, bagaimana kalau stok aqua di warung habis gara - gara truk yang membawanya pecah ban?

2. Beton pembuat jalan layang (truck beton dipastikan superlelet), bagaimana kita bisa merasakan fly over kalau betonnya tidak dibawa sama truk ini?

3. Motor. Bagaimana kalau truk yang membawa motor ini terlambat datangnya, so pasti kamu tidak bisa mejeng sama pacar kan?

Hehe.. lucu juga kan kalau kita menyumpahi pembawa barang yang kita sangat memerlukan barang tersebut? Masak iya ada truk tronton dan trailer berkeliaran cuma iseng - iseng dan nampang?

Tanpa agan-aganwati sadari, tanpa sopir-sopir truk handal tersebut, mungkin membeli Air Minum kemasan seharga Rp.500 saja tidak bisa 


Spoilerfor Galeri Truk Indonesia:

         





Sumber : Owunik . blogspot . com - yang unik, emang asyik :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar